Kamis, 31 Desember 2009

HATI-HATI IKLAN JUAL BARANG

Sahabat bisnis terhormat,

Salah satu cara menjual yang termudah yang bisa kita lakukan adalah memasang iklan di koran. Berikut pengalaman buruk yang pernah saya alami (dan ternyata juga pernah dialami oleh banyak pihak lain juga dalam variasi yang hampir sejenis)

Pada tahun 1998, saat krisis ekonomi terjadi, saya pernah mencoba untuk berdagang hasil bumi (buah kelapa, biji pinang dan arang batok) dari kampung orang tua saya (kalimantan). Mencoba cara termudah untuk menjual, saya memasang iklan baris di suatu koran ternama. Hasilnya memang cukup bagus, dimana banyak sekali yang menelpon dan meminta barang.

Dari sekian banyak penelpon masuk, ada seorang ibu-ibu (red: berikutnya kita sebut ibu Tipu) yang setuju untuk membeli sesuai dengan syarat-syarat yang kita ajukan seperti minimum pembelian dan syarat pembayaran : Cash on Delivery).

Saat hari H sesuai perjanjian untuk mengirimkan barang, kami menelpon ibu Tipu untuk menyiapkan dana cash dan konfirmasi kembali tempat pengiriman. Lalu kami melakukan pengiriman barang ke tempat yang telah disepakati.

Sampai di tempat pengiriman, staff saya langsung menanyakan kesiapan uang pembayaran, yang dijawab 50% tersedia tunai diberikan dimuka, dan sisanya akan dibayar selesai bongkar. Masih sesuai dengan perjanjian, maka staff saya langsung membongkar barang yang dikirim (satu container kelapa sejumlah 14.000 butir).

Selesai membongkar barang, orang saya kembali menanyakan sisa pembayaran yang seharusnya dibayar. Ibu tersebut menjawab : "sisanya saya bayar pake cek tunai tanggal besok karena uangnya saya belum ambil dari bank, dan juga jam operasional bank sudah tutup sekarang. Jangan takut kalo ngak ada duitnya bisa datang lagi kerumah saya besok siang". Melihat rumah ibu Tipu yang besar dan mewah, orang saya dengan tenang meng iya kan permintaan ibu tersebut.

Besok paginya, kami langsung ke bank untuk mencairkan sisa pembayaran dari ibu Tipu, yang ternyata rekeningnya kosong ! siang itu juga kami langsung kembali ke rumah sang ibu Tipu. Sesampai disana ternyata rumah tersebut juga kosong ! Rumah tersebut rupanya hanya rumah sewa.

Siang kami langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Menunggu proses laporan sampai dengan sore hari, ternyata cukup banyak orang yang tertipu. Mulai dari pedagang mebel sampai dengan pedagang kain pada hari yang sama !

Ternyata penipu ini semuanya memang memakai cara membeli yang banyak, membayar sebagian uang muka dengan alasan bank sudah tutup, lantas pada malam hari langsung membawa lari barang yang diterima.

Hati-hati guys berjualan terhadap orang yang belum dikenal. Cash keras atau bawa kembali barang yang dikirim !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar